Undip Tidak Membedakan Mahasiswa!

snmptn-2014

SEMARANG - Beberapa waktu lalu, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sempat dituding melakukan diskriminasi terhadap para penyandang disabilitas. Kejadian tersebut membuat berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berkaca dan mengkaji ulang persyaratan masuk mereka.

Pembantu Rektor I Universitas Diponegoro (Undip) Hertanto Wahyu menegaskan, Undip tidak membedakan calon mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas. Dia berpendapat, setiap mahasiswa berhak untuk kuliah di jurusan favorit masing-masing.

"Untuk semua program studi (prodi), Undip 'tidak menetapkan' persyaratan tuna daksa. Semua penderita tuna daksa diizinkan mendaftar di Undip. Hal ini tentu membuktikan, Undip adalah kampus yang peduli dan kami tidak membeda-bedakan calon mahasiswa. Semua mempunyai hak untuk kuliah di jurusan favoritnya," ujar Hertanto, seperti dinukil dari laman Undip, Jumat (4/4/2014).

Apalagi, lanjutnya, negara menjamin setiap warga negara mendapatkan pendidikan melalui undang-undang. Sehingga, setiap orang pun memiliki hak yang sama untuk meraih kesuksesan meski dengan keterbatasan fisik maupun finansial yang dimiliki.

"Pendidikan adalah hak setiap warga negara dan ini juga dijamin oleh Undang-Undang sehingga Undip juga tidak akan membatasi hak-hak calon peserta SNMPTN yang berminat kuliah di Undip. Setiap orang memiliki kesempatan untuk sukses yang sama besarnya sehingga kita tidak boleh mengkotak-kotakan setiap peserta didik," imbuhnya.

Menurut Hertanto, prodi yang menetapkan persyaratan tertentu telah melakukan pertimbangan dengan matang. Salah satunya kapabilitas sang peserta didik saat menjalankan profesinya kelak.

"Kemudian kalau ada persyaratan untuk beberapa prodi sudah dipertimbangkan karena berkaitan dengan potensi menyelesaikan studi dan atau saat menjalankan profesinya. Contoh Kedokteran tidak boleh buta warna," ujarnya.

SNMPTN 2014, Satu Kursi Undip Diperebutkan 15 Siswa

snmptn-2014

SEMARANG - Setelah resmi ditutup pada 31 Maret silam, total pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menembus angka 56.832 siswa. Padahal daya tampung Undip untuk jalur SNMPTN hanya 3.657 kursi.

Animo masyarakat yang tinggi itu harus diimbangi tingkat persaingan yang tinggi pula. Pasalnya, dengan jumlah tersebut, untuk setiap satu kursi di Undip, para calon mahasiswa harus berebut dengan 15 pelajar lain dari seluruh Nusantara.

Pembantu Rektor I Undip Hertanto Wahyu menjelaskan, dari total 56.832 pendaftar SNMPTN di Undip, 31.018 siswa menempatkan Undip sebagai pilihan pertama. Sementara siswa yang menaruh Undip sebagai pilihan kedua ada 25.814 siswa.

"Pada jalur SNMPTN 2014, Undip menawarkan 47 program studi (prodi) S-1 yang terdiri dari 32 jurusan IPA dan 15 jurusan IPS," ujar Hertanto, seperti dikutip dari situs Undip, Kamis (3/4/2014).

Prodi favorit yang menjadi pilihan para peserta SNMPTN kali ini tidak mengalami perubahan dari tahun lalu. Jurusan Akuntansi dan Manajemen masih menjadi jawara. Disusul oleh prodi Ilmu Hukum serta Pendidikan Dokter.

Dia menambahkan, dari total pendaftar SNMPTN 2014 ke Undip, 20 persen pelajar mengajukan permohonan beasiswa Bidikmisi. "Sekira 20 pesen dari pendaftar yang ada juga masuk dalam pengajuan beasiswa Bidikmisi, yakni 10.463 orang," paparnya.