Manfaat Perencanaan Keuangan Bagi Mahasiswa

menyiasati-biaya-pendidikan

Manfaat perencanaan keuangan tidak hanya dirasakan para profesional. Sebenarnya, kegiatan ini juga bermanfaat bagi mahasiswa.

Ketua Financial Planning Standards Board Indonesia (FPSB) Tri Djoko Santoso mengilustrasikan, industri asuransi makin berkembang, terutama di negara maju. Karena itulah, lulusan perguruan tinggi juga diharapkan menjadi ahli atau profesional untuk merencanakan keuangan dengan pasar di Indonesia yang masih luas seiring berkembangnya pertumbuhan penduduk.

"Program edukasi keuangan sudah harus dilakukan kepada masyarakat dan mahasiswa. Program ini sejalan untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat perencanaan keuangan. Kegiatan ini juga membantu mahasiswa memahami dan mulai membuat perencanaan serta mengelola keuangan pribadi mereka," kata Tri di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok, Selasa (28/10/2014).

Guna meningkatkan literasi keuangan, UI pun menggandeng Sun Life Financial Indonesia dan FPSB Indonesia untuk menyelenggarakan Proogram Edukasi Finansial untuk Mahasiswa. Kegiatan ini sejalan dengan program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meningkatkan kemampuan literasi keuangan masyarakat Indonesia.

Dekan Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) UI Abdul Haris menegaskan FMIPA sebagai penggagas awal lebih dekat kepada ilmu aktuaris. Kegiatan pelatihan perencanaan keuangan ini lahir karena pemahaman literasi keuangan di masyarakat masih rendah.

"Sasarannya mahasiswa, sebab dampak mahasiswa besar dan punya pengalaman berbagi ke bawah maupun ke atas. Jadi mereka yang jadi calon-calon dalam sepuluh tahun ke depan," ungkap Haris.

Belum lagi banyak selama ini masyarakat tertipu dengan beragam investasi fiktif dan bodong. Karena itu sebanyak 120 mahasiswa UI siap mengikuti pelatihan tersebut.

sumber : okezone

Mahasiswa Harus Melek Perencanaan Keuangan

menyiasati-biaya-pendidikan

Mahasiswa sebaiknya tidak sekadar menghabiskan uang. Sebaliknya, mahasiswa juga harus melek terhadap perencanaan keuangan. Menurut Staf Direktorat Literasi dan Edukasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dani Kartika, memahami sektor jasa keuangan sebaiknya dilakukan sejak muda.

"Teman-teman mahasiswa kan akan terjun di dunia kerja dan akan memperoleh penghasilan, harus tahu mengelola keuangan tersendiri," ungkap Dani di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok.

Guna meningkatkan literasi keuangan, UI pun menggandeng Sun Life Financial Indonesia dan Financial Planning Standards Board Indonesia (FPSB) Indonesia untuk menyelenggarakan Proogram Edukasi Finansial untuk Mahasiswa. Kegiatan ini sejalan dengan program OJK dalam meningkatkan kemampuan literasi keuangan masyarakat Indonesia.

Dani menyebut, mahasiswa dipilih sebagai bagian dari program edukasi finansial untuk konsumen dan atau masyarakat sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/SEOJK.07/2014 tentang pelaksanaan edukasi dalam rangka meningkatkan literasi keuangan kepada konsumen dan atau masyarakat.

"Pengenalan literasi keuangan tidak hanya dari SMA atau kuliah, tetapi harus sejak dini. Perkenalkan uang kepada anak-anak melalui kurikulum. Bahkan kami memperkenalkan asuransi kepada siswa SD dan SMP," imbuhnya.

Presiden Direktur Sun Life mengatakan pihaknya memiliki komitmen untuk mendukung program OJK dalam meningkatkan tingkat literasi keuangan di Indonesia. Program edukasi ini akan digelar di delapan perguruan tinggi.

"Melalui program ini, kami dapat menghadirkan pengalaman dunia nyata bagi para mahasiswa Indonesia yang meningkatkan peran lebih penting di masa depan. Interaksi awal kami dengan para mahasiswa menunjukan mereka antusias," paparnya.

Pelatihan kepada mahasiswa akan digelar di delapan universitas di Jakarta, Bandung, Surabaya. Diantaranya UI, SBM Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Airlangga (Unair), Unkris Maranatha, Unkris Petra, Universitas Parahyangan (Unpar) dan TBA.

sumber : okezone

Pendaftar SNMPTN Tahun Ini Lebih Cerdas

snmptn-2014

JAKARTA - Pengalaman merupakan guru yang berharga. Nasihat itu rasanya dipegang teguh oleh para pelajar sehingga kini mereka lebih cerdas dalam menempatkan pilihan program studi (prodi) maupun perguruan tinggi negeri (PTN) dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014.

Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB) Yonny Koesmaryono, ada perubahan minat calon mahasiswa terhadap pilihan prodi. Dia menyebut, terjadi peningkatan minat terhadap prodi yang tahun lalu bukan masuk dalam jajaran prodi favorit.

"Saya mencermati, ada peningkatan minat pada program studi yang tahun lalu kurang difavoritkan oleh para siswa. Misal Fisika, Teknologi Mesin dan Biosistem, Meteorologi Terapan, yang basisnya adalah ilmu-ilmu fisika, tahun ini peminatnya meningkat," ujar Yonny, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima, Kamis (3/4/2014).

Peningkatan juga terjadi di sejumlah prodi pada fakultas lainnya. Mulai dari Fakultas Matematika dan IPA, Fakultas Kehutanan, Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, hingga Fakultas Ekologi Manusia.

Dia menjelaskan, secara umum di tingkat nasional jumlah pendaftar SNMPTN mengalami kenaikan sekira tiga persen dibandingkan tahun lalu. Meski demikian, di tingkat IPB, pendaftar SNMPTN kali ini justru mengalami penurunan.

"Tahun ini siswa dari jurusan Ilmu Sosial (IPS) dan SMK yang tidak linear yang memilih IPB diblokir (tidak bisa mendaftar). Siswa IPS tidak bisa masuk IPB melalui jalur SNMPTN tetapi bisa mengikuti ujian tulis yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Ujian Talenta Masuk IPB (UTMI)," ungkapnya.

Selain itu, kata Yonny, faktor lain yang mempengaruhi penurunan ini adalah guru Bimbingan Konseling (BK) sudah mulai mengerti dan mengatur strategi dalam mengarahkan minat siswa.

"Tahun lalu keran SNMPTN dibuka luas dan gratis sehingga siswa berbondong-bondong mendaftar tanpa mengatur strategi, yaitu menyesuaikan minat dengan prestasi akademiknya. Tahun sekarang, dengan pengalaman yang dimiliki tahun lalu, mereka sudah mulai berpikir rasional," tutur Yonny.

Ada Syarat Masuk SNMPTN, Hak Kaum Difabel Tertutup!

snmptn-2014

JAKARTA - Bagi kaum difabel, persyaratan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 dapat membunuh harapan mereka untuk menjadi peserta SNMPTN. Hak mereka untuk mengembangkan minat, bakat dan kecerdasannya di perguruan tinggi negeri pun tertutup.

Demikian disampaikan oleh Pemerhati Pendidikan Doni Koesoema A. Dia pun mendesak pemerintah untuk segera menghentikan seluruh kebijakan diskriminatif bagi para penyandang difabel.

"Kebijakan yang diskriminatif, tidak adil dan melukai martabat manusia, terutama bagi penyandang difabel harus segera dihentikan," ujarnya, di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jakarta Pusat, Senin (10/3/2014).

Menurut dia, pemerintah harus memandang warga negara dari segala lapisan. Siapapun mereka, tambahnya, sebagai manusia yang memiliki hak dan martabat luhur.

"Penyandang difabel tidak pernah boleh dipandang sebagai penghambat pendidikan. Mereka adalah manusia yang memiliki hak memperoleh pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi," tegas dia.

Mahasiswa Unnes Ambil Bagian Sosialisasi SNMPTN 2014

snmptn-2014

SEMARANG - Ternyata sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 tidak hanya dilakukan pemerintah dan instansi perguruan tinggi saja. Mahasiswa pun berinisiatif untuk ambil bagian dalam menggelar sosialisasi SNMPTN.

Seperti yang dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Dewi Indriastuti. Bersama teman-temannya, Dewi berkunjung dari sekolah ke sekolah untuk menjelaskan jadwal, prosedur pendaftaran, hingga program studi yang tersedia.

Dia berencana menggelar sosialisasi di Kabupaten Indramayu Jawa Barat 26 Januari 2014. Mahasiswi jurusan pendidikan kimia itu merasa perlu menggelar sosialisasi di daerah kelahirannya karena banyak siswa yang berminat untuk melanjutkan studi ke Universitas Konservasi itu.

"Kami ingin memberikan informasi secara rinci tentang SNMPTN tahun ini kepada siswa. Diharapkan akan semakin banyak lagi mahasiswa yang berasal dari daerah Indramayu dan sekitarnya yang melanjutkan ke jenjang perkuliahan khususnya di Unnes," kata Dewi, seperti dilansir dari laman Unnes, Sabtu (25/1/2014).

Selain mengadakan sosialisasi, mereka juga akan membagikan leaflet dan poster tentang SNMPTN dan Unnes. "Kami memperoleh bahan sosialisasi tersebut dari UPT Pusat Humas Unnes. Informasi yang kami berikan meliputi cara mendaftar, jurusan yang dibuka, fakultas, fasilitas, hingga keunggulan universitas," jelasnya.

Peluang Siswa Daftar PTN Terbuka Lebar

snmptn-2014

JAKARTA - Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) mulai diisi oleh sekolah di seluruh Indonesia sejak 6 Januari lalu. Peluang seluruh siswa mendaftar ke perguruan tinggi negeri pun terbuka lebar.

Siswa SMK Telkom Schools Jakarta, Reynaldo Leoricci M, mengaku dirinya senang bisa mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui PDSS. Masa pendaftarannya pun tidak lama lagi, dirinya kini sudah mempunyai persiapan memilih kampus dan program studi (prodi) yang menjadi pilihannya.

"Ketika pendaftaran SNMPTN 2014 dimulai, pilihan kampus pertama saya adalah Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya," ujarnya belum lama ini.

Siswa kelas XII Tel 3 yang merencanakan memilih jurusan Informasi Teknologi (IT) itu melanjutkan, alasan memilih kampus di ITB itu karena jurusan IT di PTN tersebut dinilainya lebih bagus dibandingkan di Universitas Indonesia (UI). Selain itu, dia juga mempunyai sepupu yang kuliah di bilangan Bandung.

"Seandainya kalau tidak lolos di jalur SNMPTN, cadangan kampus swastanya di Politeknik Informatika Del Sumatera Utara dan Bina Nusantara (Binus) Anggrek dengan jurusan yang sama," ucapnya.

Siswa yang akrab disapa Rey itu mengaku ingin kuliah dengan memilih jurusan IT karena sudah suka sejak dulu. Sementara siswi SMK Telkom Schools Jakarta lainnya, Hana Nurliani memilih kampus di UI. Berbeda jurusan dengan Rey, Hana lebih memilih jurusan Psikologi.

"Memilih UI sebagai pilihannya karena lokasi lumayan lebih dekat dari rumah dan tidak mau jauh dari orangtua. Pilihan yang lain yaitu Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, karena ada saudara di sana, ada banyak kenalan, ada tante juga yang rumahnya dekat dengan Unpad, jadi bisa numpang," ungkap siswi kelas XII Tel 4 itu sambil tertawa.

Siswi yang mengaku mendapatkan nilai rata-rata nilai rapor di atas delapan itu memberikan alasannya kuliah di jurusan Psikologi karena ingin menjadi seorang Psikolog. "Saya sekolah di SMK Telkom Schools karena keinginan orangtua. Padahal, setelah lulus SMP, saya ingin sekali melanjutkan SMA, di Telkom Schools bukan passion saya. Kalau SMA itu kan mata pelajarannya ada yang mengarah pada psikologi," tuturnya.

Daftar SNMPTN 2014 via PDSS Semakin Mudah

snmptn-2014

JAKARTA - Sekolah yang melakukan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dalam mendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 semakin mudah. Panitia SNMPTN memberi porsi mencapai 70 persen dari jalur undangan tersebut.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah Telkom Schools Jauharun Ni'am saat berbincang di Jakarta, belum lama ini.
Dia mengaku, cara pengisian PDSS dinilainya sangat mudah. Sejak tahun lalu, Telkom Schools pun sudah mengikuti sistem PDSS, sementara tahun ini hanya sekadar verifikasi saja.

"Kita hanya tinggal memasukkan nilai para murid kelas XII dari semester satu hingga lima dan hanya mengikuti saja tata cara pendaftarannya, PDSS mudah sekali dan membantu kita," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Ni'am itu membeberkan, pihaknya mendaftarkan seluruh siswa kelas XII, baru kemudian kepala sekolah merekomendasi. Awalnya diserahkan ke murid terlebih dahulu, mereka ingin mendaftar ke kampus mana, kemudian kepala sekolah merekomendasikan ke mereka.

"Tapi kalau untuk sekolah ini hampir semua kita rekomendasikan, kalau ada murid yang tidak berminat untuk mendaftar SNMPTN tidak masalah, karena nanti dibalikkan ke murid. Jadi kepala sekolah memberikan user passwordnya, dia mau daftar atau tidak, kalau tidak daftar berarti dia tidak ikut," ungkapnya.

Berbicara mengenai sekolah yang di-black list, dia pun bercerita melihat pengalaman tahun sebelumnya. Saat itu, sekolahnya pernah ditolak di salah satu universitas, tetapi muridnya bisa diterima lagi.

"Mungkin karena dia tidak cocok atau mungkin juga ketika daftar rada-rada iseng walaupun kita sudah mengingatkan sebelumnya tidak boleh seperti itu, tapi karena ada sesuatu pilihan yang memang jauh lebih baik dibanding yang mereka diterima, mungkin karena ada pilihan kedua atau sebagainya dia tinggalkan juga, tapi so far masih bisa," bebernya.

Sekadar informasi, Telkom Schools mempunyai total keseluruhan murid dari kelas X hingga XII sebanyak 955 orang. Sedangkan khusus untuk kelas XII, total muridnya sebanyak 314 orang sekaligus yang didaftarkan SNMPTN 2014 melalui PDSS.

UNS Buka Call Center SNMPTN 2014

snmptn-2014

SOLO - Meski pendaftaran Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 dibuka sejak 6 Januari lalu, masih banyak calon mahasiswa kesulitan menjalani prosesnya. Untuk melayani berbagai hal mengenai SNMPTN, Universitas Sebelas Maret (UNS) pun membuka call center melalui nomor 0271-634880.

"Selain melalui nomor telepon, juga bisa melalui spmb@uns.ac.id dan http:www.facebook.com/spmb.uns," jelas  Ketua Panitia SPMB UNS 2014, Prof Drs. Sutarno, MSc, PhD saat ditemui di Solo, Kamis (23/1/2014).

Cara lainnya, mendatangi langsung Kantor Sekretariatan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS. Menurut Sutarno, calon mahasiswa (cama) yang datang langsung ke kampus UNS mereka akan mendapat keterangan panjang lebar perihal SNMPTN dari petugas.

"Posisi Kantor Sekretariatan SPMB UNS berada di kawasan bagian depan kampus UNS, di Kentingan Solo," ujarnya.

Dia mengimbuhkan, segala hal tentang SNMPTN 2014 bisa ditanyakan kepada seluruh perguruan tinggi negeri yang menjadi peserta SNMPTN 2014. Pertanyaan misalnya tentang program studi yang ada, cara pendaftaran atau informasi menyangkut Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Daftar SNMPTN 2014 Meski Akreditasi Sekolah Habis

snmptn-2014

JAKARTA - Salah satu persyaratan pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 adalah akreditasi sekolah. Namun, masa berlaku akreditasi yang sudah habis kerap membuat pihak sekolah kebingungan dalam mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Humas panitia pelaksana SNMPTN 2014 Bambang Hermanto menjelaskan, kondisi tersebut membuat sekolah kesulitan memasukkan data akreditasi ke PDSS. Menurut Bambang, sekolah tetap bisa mengisi data di PDSS meski masa akreditasi sudah habis.

"Tidak perlu menjelaskan apakah akreditasinya masih berlaku atau tidak, tetapi cukup dengan mencantumkan tanggal berlakunya saja. Tetapi kami mencatat bahwa akreditasinya sudah lewat," kata Bambang, seperti dikutip dari laman Kemendikbud, Kamis (23/1/2014).

Akreditasi sendiri menjadi salah satu komponen penentuan indeks sekolah. Sementara itu, indeks sekolah merupakan salah satu variabel dalam penilaian jalur prestasi akademik.

Pencantuman akreditasi dalam PDSS juga diperlukan untuk memastikan semua sekolah terakreditasi. Cara ini, kata Bambang, akan medorong kepatuhan sekolah mengenai akreditasi.

Bambang mengimbuh, pihaknya nanti akan mengevaluasi apakah setelah proses pendaftaran SNMPTN sekolah-sekolah tersebut akan mengusahakan akreditasi atau tidak. Dia memperkirakan, perkembangan tersebut dapat terlihat dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

"Selain itu, panitia juga berkomunikasi dengan unit lain di Kemdikbud, misalnya dengan BAN SM. Komunikasi tersebut untuk meyakinkan bahwa betul atau tidak sekolah itu sudah mengajukan re-akreditasi," imbuhnya.

Siswa Wajib Punya NISN untuk Daftar SNMPTN 2014

snmptn-2014

JAKARTA - Jika akreditasi menjadi masalah sekolah, maka siswa memiliki masalah lain dalam proses pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Masalah tersebut adalah Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

Menurut Humas panitia pelaksana SNMPTN 2014 Bambang Hermanto, hingga saat ini masih ada laporan sekolah yang menyebutkan siswanya tidak memiliki NISN. Padahal, NISN akan menjadi identitas siswa saat mendaftar SNMPTN secara online.

"Siswa harus memiliki NISN. Tidak ada kompromi. Hal ini supaya identifikasi siswanya jelas," kata Bambang, seperti disitat dari laman Kemendikbud, Kamis (23/1/2014).

Jika masih ada siswa yang belum memiliki NISN, tidak usah gusar. Bambang mengimbau, siswa tersebut sebaiknya datang ke sekolah asal di Sekolah Dasar (SD) atau dinas pendidikan untuk mengonfirmasi dan memperbaiki NISN.

Unsoed Sosialisasi SNMPTN via Media Massa

snmptn-2014

JAKARTA - Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sudah dimulai sejak 6 Januari. Hendak memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan informasi SNMPTN, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto terus menggelar sosialisasi kepada publik melalui media massa selama satu pekan.

"Jangan sampai masyarakat tidak mengetahui proses seleksi ini. Terlebih karena biaya SNMPTN ditanggung oleh negara," ungkap Koordinator Humas Panitia SNMPTN Unsoed Wisnu Widjanarko, seperti dilansir laman Unsoed, Rabu (22/1/2014).

Wisnu menyebut, kegiatan sosialisasi meliputi penyampaian informasi melalui media massa, pertemuan dengan sekolah se-eks Karesidenan Banyumas, dan membuka layanan tetap di kampus Unsoed.

"Kami juga memiliki tim helpdesk yang  melayani dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB di Gedung SPMB yang lokasinya berada di selatan Gedung Rektorat. Unsoed juga membuka layanan melalui telepon di 0281-7633991 dan 0281-7633992. Selain itu, juga terdapat layanan via e-mail di info@unsoed.ac.id serta laman informasi di http://spmb.unsoed.ac.id," kata dosen Manajemen Kehumasan itu.

Hingga 6 Maret mendatang, pendaftaran SNMPTN memasuki tahapan pengisian pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) oleh pihak sekolah secara online melalui http://pdss.snmptn.ac.id. Sedangkan proses pendaftaran akan dimulai pada 17 Februari hingga 31 Maret oleh siswa juga secara online melalui http://snmptn.ac.id.

Pada penyelenggaraan SNMPTN kali ini, Unsoed membuka tiga program studi baru, yang kesemuanya adalah program studi kependidikan, yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Jasmani, serta Kesehatan dan Rekreasi.

Dampingi Anak Didik Pilih Jurusan Agar Sekolah Tak Di-blacklist

snmptn-2014

JAKARTA - Blacklist yang dilakukan oleh panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) bukan tanpa alasan. Namun, tidak semua sekolah memahami dengan jelas alasan blacklist tersebut.

Maka tidak mengherankan ketika permasalahan "blacklist" panitia SNMPTN terhadap sekolah -yang muridnya tidak melakukan pendaftaran meskipun telah dinyatakan lulus SNMTPN pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya merupakan salah satu pertanyaan yang cukup sering ditanyakan oleh pihak sekolah, murid, dan orangtua murid.

Seperti yang mengemuka saat tim Humas Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung melakukan sosialisasi SNMPTN dan seleksi masuk Unpad di SMAN 5 Bandung, belum lama ini.

"Kami tidak menyebutnya sebagai blacklist karena warna hitam ataupun putih tidak bermakna negatif. Kami menyebut sekolah-sekolah yang seperti itu masuk ke dalam daftar negatif," ujar Kepala UPT Humas Unpad, Bambang Hermanto, seperti disitat dari situs Unpad, Rabu (15/1/2014).

Tindakan blacklist, kata Bambang, tidak dengan memblokir seluruh murid dari sekolah tersebut. Namun setiap perguruan tinggi negeri yang dituju akan mempertimbangkan data tahun sebelumnya.

"Berapa yang dinyatakan diterima, berapa persen yang kemudian benar-benar mendaftar, termasuk juga bagaimana catatan akademiknya ketika sudah kuliah,” urainya.

Untuk itu, lanjut Bambang, butuh kerja sama antara pihak sekolah dan orangtua dengan calon peserta dalam memilih program studi (prodi) pada seleksi masuk PTN itu. Arahkan para murid untuk memilih program studi yang sesuai dengan minat dan kemampuannya, jangan karena pengaruh teman atau citra bahwa program studi tertentu lebih favorit dibanding yang lain.

"Kami juga tidak bisa melarang mereka yang tidak mau melakukan pendaftaran meski telah dinyatakan diterima karena hal ini merupakan hak asasi. Apalagi mungkin mereka punya alternatif lain. Namun bila pada data tampak bahwa pemilih dari suatu sekolah banyak yang tidak melakukan pendaftaran ulang saat telah diterima, tentu ini juga akan menjadi pertimbangan bagi PTN," tegas Bambang.

Pada kesempatan itu, Bambang juga mengingatkan para orangtua untuk tidak tergiur dengan tawaran yang mengaku bisa membantu meloloskan seseorang menjadi mahasiswa baru Unpad. Jika menerima tawaran semacam itu, orangtua dipersilakan melapor ke pihak Unpad atau kepolisian karena hal tersebut merupakan tindak penipuan.

"Unpad tidak menoleransi kasus penipuan ini. Jika ada oknum dari Unpad yang melakukannya, akan berhadapan dengan hukum. Sudah ada bukti kasusnya," tuturnya.

Help Desk, Jembatan Sekolah dengan Panitia SNMPTN 2014

xwu0kDPodF

Setiap tahun, panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) membuka pusat layanan informasi atau Help Desk. Tahun ini, Universitas Diponegoro (Undip) didapuk menjadi pengelola Help Desk SNMPTN 2014.

Menurut Sekretaris LP2MP Universitas Diponegoro (Undip), Setia Budi Sasongko, help desk menjembatani sekolah dengan panitia pusat SNMPTN, khususnya dalam bidang information technology (IT) dalam memperbaharui data sekolah dan siswa peserta SNMPTN. Help Desk, imbuhnya, akan menginformasikan kendala teknis yang dialami sekolah kepada IT pusat agar segera ditangani.

Terkadang, kata Setia, ada beberapa pertanyaan yang tidak bisa diselesaikan melalui telepon. Jika ini terjadi, pihak call center SNMPTN akan membuatkan tiket pertanyaan untuk dijawab secepatnya melalui laman halo.snmptn.ac.id.

"Sekolah dan masyarakat juga dapat membuat tiket pertanyaan secara mandiri di laman tersebut, " tutur Setia, seperti dikutip dari laman Undip, Jumat (17/1/2014).

Setia menjelaskan, setiap hari call center SNMPTN menerima hingga lebih dari 200 penelepon. Sementara itu, sumber daya yang mereka miliki terbatas.

"Kami harap sekolah juga bersabar ketika menghubungi kami. Kami menargetkan dalam waktu secepatnya permasalahan yang disampaikan melalui Call Center dapat segera tertangani," tambahnya.

Selain call center, sekolah dan siswa pendaftar SNMPTN bisa mencari tahu tentang prosedur pengisian laman PDSS dan pendaftaran SNMPTN melalui laman pdss.snmptn.ac.id. Pendaftaran SNMPTN dimulai dengan pengisian laman PDSS pada 6 Januari hingga 6 Maret 2014. Siswa dapat mendaftar SNMPTN pada 17 Februari hingga 31 Maret 2014.

Siap-Siap Rebut 2.484 Kursi di Unesa Lewat SNMPTN 2014

snmptn-2014

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyediakan 2.484 yang dapat diperebutkan oleh para calon mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014. Jumlah tersebut tersebar di 64 program studi (prodi) yang tersedia di Unesa.

Menurut Kepala Humas Unesa Suyatno, kuota tersebut meningkat dibandingkan dengan jumlah kursi yang disediakan tahun lalu. "Pagu tersebut lebih besar dari tahun yang lalu. Tahun lalu, pagu yang tersedia hanya 2.300-an kursi," ujar Suyatno, seperti dikutip dari laman Unesa, Selasa (14/1/2014).

Suyatno meyebut, tahun ini memang ada penambahan kursi mahasiswa karena munculnya prodi baru dan penambahan ruang kuliah di beberapa jurusan. "Hal itulah yang menyebabkan kuota Unesa bertambah," jelasnya.

Dia menambahkan, Jurusan PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) menerima jumlah mahasiswa terbanyak dari jalur SNMPTN. Mereka menyediakan 110 kursi dari total kuota sebanyak 220 kursi.

"Jurusan yang paling sedikit menerima mahasiswa dari SNMPTN adalah Sastra Jerman dan Sastra Indonesia, yakni masing-masing hanya menerima 15 calon mahasiswa," urai Suyatno.

Saat ini, pendaftaran SNMPTN 2014 tengah berlangsung dengan tahapan pertama pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) oleh sekolah hingga 6 Maret 2014. Selanjutnya, proses seleksi akan dilakukan pada 1-26 Mei 2014 dan hasil seleksi diumumkan pada 27 Mei 2014.

10 Tips Lulus SNMPTN 2014

snmptn-2014

Masa kelas XII atau III  SMA adalah masa-masa serius. Masa dimana kamu dihadapkan pada berbagai pilihan. Melanjutkan studi ke universitas salah satunya. Kebanyakan anak kelas XII lebih memilih meneruskan pendidikannya ke jenjang universitas, terutama universitas negeri.

Ironinya, jumlah siswa yang memperebutkan kursi di universitas negeri lebih banyak ketimbang jumlah kuota yang disediakan. Hal ini membuat siswa berlomba-lomba untuk memasukki universitas negeri. Berbagai hal mereka lakukan seperti mengikuti bimbingan belajar (bimbel) di luar jam sekolah.

Ada tiga jalur untuk bisa menembus universitas negeri, yakni SNMPTN, SBMPTN, dan UM. Salah satu jalur yang sangat diperebutkan oleh siswa kelas XII ini adalah jalur SNMPTN Undangan. Dijalur ini , seorang siswa yang hendak memasukki universitas negeri hanya perlu mengirimkan nilai dan prestasinya selama di sekolah tanpa adanya tes khusus seperti SBMPTN dan UM.

Sampai sekarang pun, para siswa tidak tahu bagaimana sistem atau kriteria apa yang dinilai dalam SNMPTN itu sendiri. Banyak orang beranggapan lulus atau tidaknya itu tergantung pada keberuntungan. Jangan pernah berpikir SNMPTN diperuntukkan hanya untuk orang dengan peringkat tertinggi saja. Orang dengan peringkat terendah pun bisa lulus universitas negeri asal menggunakan trik-trik tertentu.

Berikut ini, akan saya berikan beberapa tips bagi kamu anak kelas XII yang sedang resah menghadapi SNMPTN 2014.

1. Pilihlah Jurusan Berdasarkan Minat, Bakat, dan Kemampuanmu

Banyak orang yang gagal dalam SNMPTN karena terlalu percaya diri. Percaya diri sangatlah boleh, tapi harus melihat kemampuan pribadi kalian juga. Lihat minat, bakat, dan kemampuanmu. Dengan nilai-nilaimu yang telah kau dapat sejauh ini, kira-kira dimana kamu akan diterima dengan nilai yang kamu capai.

Kenyataannya, saat ini banyak sekali mahasiswa yang sudah ada di universitas negeri yang malah hengkang. Hal ini yang mereka sebut sebagai “salah jurusan”. Kebanyakan dari mereka adalah orang yang terlalu memaksakan diri. Mereka sudah tahu bahwa jurusan itu tidak mereka minati, lebih lagi tidak sesuai dengan kemampuan mereka, tapi mereka masih ngotot untuk mengambil jurusan itu.

Alhasil, ketika menjalani perkuliahan, banyak sekali hal-hal yang membuat mereka tertekan dan tidak nyaman sehingga mereka lebih memilih untuk keluar dan pindah.

Maka dari itu, janganlah kamu termasuk ke dalam golongan orang yang memaksakan kehendak. Ukurlah dulu sampai dimana batas kemampuanmu. Sehingga nantinya kamu akan nyaman menjalani perkuliahan dan tidak akan hengkang.

2. Yang Akan Menjalani Perkuliahan Adalah Kamu, Bukan Orangtuamu

80 persen masalah yang biasa muncul di bimbingan konseling menjelang SNMPTN adalah siswa yang galau karena orangtua mereka. Tidak selamanya orangtua memiliki keputusan yang sama dengan sang anak.

Ketika orangtua memaksamu untuk memilih pilihan mereka, yang bukan kamu banget, janganlah takut. Kamu bisa menolaknya. Kamu punya hak atas masa depanmu. Coba jelaskan pada orang tuamu secara halus. Kamu buat mereka percaya bahwa kamu sudah cukup dewasa untuk menentukan apa yang menjadi minat, bakat, dan kemampuanmu. Ingatlah bahwa yang akan menjalani perkuliahan nanti adalah dirimu sendiri, bukan ayah atau ibumu.

3. Sesuaikan Pilihanmu Dengan Ekonomi Keluarga

Sebelum memilih universitas negeri, carilah dulu perincian dana atau biaya kuliah yang akan kamu keluarkan selama menempuh pendidikan. Lalu, kamu sesuaikan biaya kuliahmu dengan pendapatan ayah dan ibumu. Jangan sampai ketika sudah semester empat atau lima, kamu harus hengkang karena orang tuamu tak sanggup lagi membiayai perkuliahanmu.

4. Alumni SMA Memperngaruhi Citra SMAmu

Alumni juga memegang peran besar disini. Kakak tingkat dari SMAmu yang juga ada di jurusan yang kamu tuju. Semakin besar IPK atau semakin banyak prestasi mereka, maka akan semakin besar juga peluang diterimanya kamu. Sebaliknya, jika citra mereka di kampus jelek, maka sekolahmu akan dipandang jelek juga oleh panita SNMPTN.

5. Hati-hati dengan Lintas Jurusan

Buat kamu yang berasal dari jurusan IPS sementara ingin kuliah di jurusan IPA atau sebaliknya, diharapkan lebih berhati-hati. Lihat dulu kebijakan dari universitas negeri yang ingin kamu tuju. Pastikan mereka memperbolehkan lintas jurusan. Karena tidak semua universitas menghalalkan lintas jurusan.

6. Apakah Sekolahmu Masuk Daftar Blacklist?

Blacklist ialah dihapusnya sebuah sekolah dari daftar calon mahasiswa baru di universitas tertentu dalam jangka waktu tertentu. Jadi, jika sekolahmu terkena blacklist oleh suatu universitas akan berdampak kepadamu juga. Kamu tidak akan diterima di universitas tersebut. Pastikan kalau universitas negeri yang kamu pilih, dulunya tidak ada kakak tingkatmu yang meninggalkan universitas itu sebelum melakukan verifikasi.

Kamu juga harus memilih jurusan dengan sepenuh hati dan jangan setengah hati. Jika kamu sudah dinyatakan lulus SNMPTN dan tidak mengambilnya, maka akan berdampak besar dengan adik-adik kelasmu nanti. Sekolahmu akan masuk daftar blacklist dan adik-adik kelasmu tidak akan diterima di universitas itu lagi dalam jangka waktu tertentu karena PTN itu merasa dilecehkan.

7. Cara Mengurutkan Pilihan Jurusan

Urutkanlah pilihanmu berdasarkan prioritas keinginanmu. Pilihan pertama, berarti itu jurusan yang paling kamu inginkan. Dan begitu pula seterusnya. Karena berdasarkan survei tahun 2012, 92 persen undangan diterima di pilihan pertama. Jadi berhati-hatilah dalam mengurutkan pilihan jurusan.

8. Konsekuensi Nilai

Perhatikan nilaimu dari semester pertama sampai semester akhir. Apakah nilaimu konsekuen atau tidak. Konsekuen di sini maksudnya adalah nilaimu dari semester pertama sampai semester akhir mengalami kenaikan atau minimal tetap, bukan mengalami penurunan. Misalnya pelajaran matematika, semester satu 70, semester dua 73, semester tiga 74, semester empat 76, dan semester lima 80. Perhatikan nilai matematika tadi, nilainya terus mengalami kenaikan dari semester ke semester. Itu menunjukkan bahwa nilai matematikamu sudah konsekuen.

9. Prestasi Akademik dan Non Akademik

Jangan lupa lampirkan prestasi tertinggimu selama di sekolah. Baik prestasi akademik maupun non akademik. Diusahakan, prestasi yang dikirimkan memiliki hubungan dengan jurusan yang kamu pilih. Misalnya, jika kamu ingin mengambil jurusan kedokteran, lampirkanlah piagam penghargaan telah memenangkan lomba PMR. Agar piagam itu sendiri menjadi bahan pertimbangan diterimanya kamu di jurusan itu.

10. Akreditasi Sekolah

Terpandangnya sekolahmu karena akreditasi atau prestasinya di mata kabupaten, kota,  provinsi, nasional, dan internasional akan menjadi pertimbangan bagi mereka untuk menerima kamu menjadi mahasiswa baru.

Itulah beberapa tips yang bisa membantu kamu dalam mengadapi SNMPTN 2014. Semoga bisa bermanfaat bagi kamu yang sedang bingung menghadapi SNMPTN. Intinya, jangan pernah takut, karena SNMPTN masih bisa disiasati.

SNMPTN 2014: PTN akan Blacklist Siswa yang Tak Daftar Ulang

snmptn-2014

SNMPTN 2014 diwarnai oleh aksi blacklist panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Namun aksi tersebut bukannya tanpa sebab. Selama ini proses sosialisasi yang ada masuh belum terserap dengan baik oleh pihak sekolah.

Aksi ini merujuk pada sikap siswa yang tidak lakukan daftar ulang SNMPTN meski telah dinyatakan telah diterima atau lulus SNMPTN. Tindakan tersebut menilik pada sikap yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kami tidak menyebutnya sebagai blacklist karena warna hitam ataupun putih tidak bermakna negatif. Kami menyebut sekolah-sekolah yang seperti itu masuk ke dalam daftar negatif,” ujar Kepala UPT Humas Unpad, Bambang Hermanto.

Dalam salah satu sesi sosialisasi SNMPTN dan seleksi masuk UNPAD di SMAN 5 Bandung belum lama ini, ia menjelaskan soal polemik blacklist yang terjadi. Tindakan itu, kata dia, tidak dengan memblokir seluruh murid dari sekolah. Hanya saja Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dituju bakal mempertimbangkan data tahun sebelumnya.

Untuk itu perlu adanya sinergi antara pihak sekolah dengan orangtua siswa. Mereka harus mendampingi siswa saat memilih jurusan yang sesuai minat, bakat, dan prestasi mereka. Jangan terpengaruh teman atau citra jika prodi tertentu lebih favorit dibanding prodi lain.

Bambang menilai jika pihaknya tak bisa melarang calon mahasiswa untuk tidak lakukan daftar ulang sebab itu hak asasi mereka. Sebab bisa saja mereka miliki pertimbangan lain terkait hasil SNMPTN yang telah ditempuh.

“Namun bila pada data tampak bahwa pemilih dari suatu sekolah banyak yang tidak melakukan pendaftaran ulang saat telah diterima, tentu ini juga akan menjadi pertimbangan bagi PTN,” sambungnya.

Rektor UNS : Jangan Sepelekan Pengisian NISN SNMPTN

snmptn-2014

SOLO - Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Dr. Ravik Karsidi menyatakan bahwa kewajiban sekolah mengurus Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), terutama bagi siswanya yang belum memiliki NISN.

Ravik yang juga menjabat Bendahara Panitia Pusat SNMPTN 2014 menjelaskan jika NISN menjadi salah satu syarat untuk bisa mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

"NISN kan salah satu syarat untuk bisa mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Sedang PDSS adalah salah satu syarat untuk bisa ikut Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014," jelas Ravik, saat diminta komentarnya soal masih banyaknya siswa SLTA yang belum mempunyai NISN, di Rumah Dinas Rektor UNS, Solo, Jawa Tengah, Jumat (10/1/2014).

Menurut Ravik, dengan memiliki NISN, berarti siswa bersangkutan telah diakui sebagai siswa secara nasional. Oleh karena itu, sekolah harus memperhatikan secara khusus pengurusan NISN. Jangan sampai siswa terkorbankan gara-gara sekolah menyepelekan NISN siswanya.

"Mumpung jadwal pengisian PDSS baru ditutup 6 Maret 2014, sehingga masih agak lama. Sekolah hendaknya cepat mengurus NISN siswanya yang belum dapat.  Ingat, nasib siswa jangan terkorbankan," tegasnya.

Ravik mengakui NISN memang bukan tanggung jawab majelis rektor, tetapi tanggung jawab sekolah dengan Kementerian Pendidikan melalui Dinas Pendidikan setempat. Agar siswa segera mendapatkan NISN, maka sekolah diminta aktif untuk mengajukan kepada Kementerian Pendidikan.

Sementara itu, fakta di lapangan masih banyak siswa yang belum memiliki NISN. Baik siswa sekolah negeri maupun swasta. Keluhan belum memiliki NISN, terutama dikeluhkan oleh siswa-siswa yang sekolahnya di bawah Kementerian Agama.

SNMPTN 2014 Ditentukan Nilai Ujian Nasional dan Nilai Rapor

snmptn-2014

SNMPTN 2014 sebut Prof Fathur Rokhman, Rektor Universitas Negeri Semarang juga ditentukan oleh nilai Ujian Nasional (UN) serta nilai rapor siswa. Ada sistem yang berbeda dengan tahun lalu dan diberlakukan tahun ini.

Mengutip Antara, Prof Fathur melanjutkan jika bukan hanya nilai rapor yang diperhitungkan. Memang ada sedikit perbedaan dengan sistem penilaian SNMPTN tahun lalu.

Penanggung Jawab SNMPTN Panitia lokal 42 Semarang itu menambahkan jika SNMPTN tahun ini telah diintegrasikan dengan UN sebagai syarat masuk UN. Namun, UN tersebut hanya sebatas tingkat kelulusan siswa dan bukan nilai UN sendiri.

Sedangkan SNMPTN tahun ini lebih memandang UN sebagai syarat masuk yang bisa diperhitungkan di tiap mata pelajaran. Nilai UN murni siswa juga diperhitungkan. Sedangkan nilai UN murni bisa didapat serta diolah dari perolehan nilai rapor semasa SMA atau sederajat.

“Meski lulus UN tetapi nilainya jelek, ya akan kalah dengan mereka yang nilai UN-nya lebih baik,” jelasnya.

Jadi ia mengingatkan agar siswa menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk UN. Jangan hanya mengejar kelulusan namun juga nilai yang lebih baik sebab akan dipakai alam berkompetisi di SNMPTN 2014.

Dalam pada itu ia juga menganjurkan agar siswa tidak melakukan kecurangan tatkala mengikuti UN. Sebab, segala bentuk kecurangan tidak ditolerir dan akan ada sanksi khusus.

“Kalau terbukti melakukan kecurangan dalam UN kan malah rugi sendiri. Bisa-bisa tidak diikutkan

Undip Jadi Markas Help Desk SNMPTN 2014

zEnMbtVECt

Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ditunjuk sebagai pusat layanan Informasi SNMPTN Help Desk pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SNMPTN) 2014. Help Desk dimaksudkan untuk memberikan pelayanan akses informasi yang baik kepada masyarakat mengenai SNMPTN yang akan mulai beroperasi pekan depan.

Untuk menghadapi kegiatan tersebut Undip melakukan pelatihan call center. Kegiatan tersebut diikuti oleh 60 mahasiswa dari berbagai fakultas di Undip mengingat Help Desk ini akan dibuka mulai 6 Januari-6 Maret 2014.

Pembantu Rektor I Undip Hertanto W Subagio mengatakan, tahun ini Undip mendapat tugas dari Dikti menjadi pusat informasi dalam SNMPTN dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Dia berharap, Undip bisa memberikan kontribusi agar lancarnya pelaksanaan kedua seleksi nasional tersebut.

"Dengan menjadi panitia Help Desk SNMPTN 2014 ini, Undip diharapkan bisa memberikan kontribusinya yang signifikan demi suksesnya SNMPTN. Saya berharap dalam pelatihan ini para mahasiswa dapat bersungguh-sungguh dalam menerima materi dari pada narasumber sehingga kita dapat memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya jangan sampai masyarakat tidak bisa menerima informasi dengan baik mengenai SNMPTN," tutur Hertanto, seperti dinukil dari situs Undip, Sabtu (4/1/2014).

Pelatihan tersebut dibawakan oleh trainer Weni Widyowati dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan materi terkait menerima pertanyaan dan keluhan calon peserta SNMPTN.

Selain itu, mahasiswa juga dibekali tentang informasi penting mengenai SNMPTN sehingga dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh calon peserta. Petugas help desk yang rata rata masih semester awal tersebut juga diberi motivasi untuk bertanggung jawab dengan baik, memberikan layanan yang ramah dan tidak emosional, serta menyampaikan jawaban yang akurat sehingga penelpon akan puas dengan layanan call center SNMPTN 2014.

SNMPTN Dibuka, Sekolah Entri Data

snmptn-2014

SMA negeri dan swasta di Kota Padang mulai melakukan persiapan rangkaian pendaftaran Se­lek­si Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014. Kini, telah mulai di­bentuk tim pendataan peng­i­sian data SNMPTN di Pa­ng­kalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS). Tim ini bertugas menghimpun data sekolah dan siswa untuk pendaftaran SNMPTN.

Seperti di SMAN 10 Pa­dang. “Kami telah memulai me­lakukan pengisian PDSS ini sejak Senin (6/1) hingga 6 Maret 2014. Ini salah satu syarat agar siswa dapat men­daftar SNMPTN,” kata Kepala SMAN 10 Padang, Welita di­dampingi Koordinator Pen­da­taan PDSS SNMPTN, Har­yan­ti dan Mirdayati, kemarin.

Dalam proses entri tersebut, pihak sekolah telah membentuk tim yang beranggotakan lima orang terdiri dari wakil kepala bidang kurikulum dan guru bimbingan konseling. Tim ini akan bekerja untuk menginput data sekolah dan siswa seperti profil sekolah yang meliputi prestasi sekolah, akreditasi sekolah, data kepala sekolah dan lainnya.

“Untuk data siswa meliputi nilai semester satu hingga semester lima serta prestasi akademik siswa. Setelah mengisi PDSS, kami akan mendapatkan password untuk setiap siswa,” ungkap Wellita.

Password ini akan digunakan siswa untuk melakukan verifikasi data siswa yang telah diinputkan oleh pihak sekolah. Apakah data-data yang dimasukkan itu telah benar atau keliru.

“Guna menghindari kesalahan dalam penginputan data, siswa harus melakukan verifikasi data terkait nilai rapor yang diisikan dengan menggunakan password yang diberikan oleh pihak sekolah tersebut. Sebab, jika telah melewati batas waktu verifikasi berakhir data siswa tersebut tidak bisa diubah lagi,” tegas Wellita.

Untuk pilihan jurusan nanti, akan diserahkan kepada masing-masing siswa yang pendaftarannya dilakukan secara online.

Sementara itu, Mirdayanti menegaskan dalam pengisian PDSS SNMPTN, pihak sekolah tidak akan melakukan kecurangan dengan cara memanipulasi data siswa ataupun sekolah. “Kita transparan dan tidak akan merekayasa data,” tegasnya.

Untuk SMAN 10, jumlah siswa yang akan mengikuti SNMPTN berjumlah 251 orang. Terdiri dari IPA sebanyak 219 orang dan IPS 32 orang. “Kita targetkan, akhir Januari ini semua data telah kita input,” sebutnya.

Hal yang sama juga dilaksanakan di SMAN 1 dan SMAN 3 Padang. Kedua sekolah tersebut juga sedang dalam tahap persiapan PDSS.

“Saat ini kami sedang dalam proses ke arah itu (pendataan PDSS, red) untuk diinput pada pengisian PDSS nanti,” sebut Wakil Manajemen Mutu SMAN 1 Padang Ramadansyah dan Waka Humas SMAN 3 Padang, Anggia Dermi ditemui secara terpisah.

Untuk SMAN 1 Padang jumlah siswa yang akan mengikuti SNMPTN 239 orang. Terdiri dari IPA 221 siswa dan IPS 18 siswa. Sedangkan SMAN 3 287 orang dengan rincian IPA 227 siswa dan IPS 60 siswa.

Untuk diketahui, jadwal SNMPTN 2014 dimulai pengisian PDSS pada 6 Januari-6 Maret 2014. Pendaftaran dibuka pada 17 Februari-31 Maret 2014. Usai pendaftaran, proses seleksi dilakukan pada 1 April sampai 26 Mei 2014. Kemudian pengumuman kelulusan pada 27 Mei 2014.