Buat Siswa yang Lulus SNMPTN Harap Diperhatikan!

Ekspresi Lulus

JAKARTA - Dari 777.536 siswa yang mendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014, 125.406 di antaranya lulus seleksi. Angka ini setara dengan 16,13 persen total pendaftar.

Ketua Panitia SNMPTN 2014, Ganjar Kurnia mengucapkan selamat bagi yang lulus. Dia pun memiliki pesan khusus untuk mereka yang lulus.

"Selamat untuk Anda yang lulus. Kemudian, Anda harus bersiap melakukan registrasi di kampus masing-masing," kata Ganjar, usai jumpa pers hasil SNMPTN 2014 di Kemendikbud, Senin (26/5/2014).

Ganjar mengingatkan, siswa yang hendak mendaftarkan diri ke kampus harus memperhatikan betul semua persyaratan yang diberikan. Selain itu, siswa juga harus hati-hati terhadap calo.

"Jangan percaya oknum yang menyatakan bisa membantu pendaftaran dengan bayaran sejumlah uang," tegasnya.

Sedangkan bagi siswa yang tidak lulus SNMPTN 2014, Ganjar mengimbau agar tidak berkecil hati. Sebab, mereka masih memiliki kesempatan masuk PTN lewat jalur lain seperti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2014.

"Masih cukup waktu untuk belajar. Selain itu, jangan mepet mendaftar pada akhir masa pendaftaran," tutur Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) itu.

SNMPTN 2014 Luluskan 125.406 Siswa

Jumpa Pers Hasil SNMPTN

JAKARTA - Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 meluluskan 125.406 siswa. Di antara mereka, ada 27.315 pendaftar bidikmisi.

Ketua Panitia SNMPTN 2014 Ganjar Kurnia, menyampaikan, jumlah siswa lulus setara dengan 16,13 persen dari total pendaftar. "Ada 777.536 siswa yang mendaftar, yang lulus hanya 125.406 siswa," kata Ganjar dalam jumpa pers hasil SNMPTN 2014, di Kemendikbud, Jakarta, Senin (26/5/2014).

Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) itu mengimbuhkan, kelulusan siswa ditentukan dengan indeks sekolah, evaluasi, dan pertimbangan nilai ujian nasional (UN).

"Setiap PTN memiliki pertimbangan masing-masing dalam menentukan kelulusan siswa. Tetapi tiga faktor itulah yang disepakati sebagai indikator," tutur Ganjar.

Hasil SNMPTN 2014 bisa diakses pada Selasa, 27 Mei 2014 mulai pukul 00.00 WIB. Siswa bisa mengecek kelulusan mereka di laman www.snmptn.ac.id.

Peminat Unesa dari 34 Provinsi di Indonesia

UNESA

SURABAYA - Tahun ini, penyebaran calon mahasiswa di setiap perguruan tinggi negeri (PTN) pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) lebih merata. Meski didominasi oleh pelajar di wilayah sekitar PTN, banyak pula pelajar dari luar daerah yang mendaratkan pilihan mereka PTN tersebut.

Di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), misalnya. Ternyata, kepopuleran Unesa tidak hanya terkenal di Kota Pahlawan tapi menyebar hingga Sumatera Utara dan Kalimantan, bahkan hingga luar negeri. Hal itu terbukti dari para pendaftar Unesa yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia.

"Asal sekolah merata dari semua provinsi se-Indonesia. Mereka bisa mendapatkan informasi Unesa dari berbagai sumber, terutama dari internet," kata Kepala Humas Unesa Suyatno, seperti dikutip dari situs Unesa, Sabtu (5/4/2014).

Tahun ini, lanjutnya, total pendaftar SNMPTN di Unesa berjumlah 41.408 pendaftar. Dari jumlah tersebut, siswa terbanyak berasal dari Jawa Timur, yakni 39. 145 orang. Disusul dengan Jawa Tengah sebanyak 554 orang.

"Dari Nusa Tenggara Timur (NTT) terdapat 196 orang. Kemudian Kalimantan Timur (Kaltim) 169 pendaftar dan Sumatera Utara 160 siswa. Selanjutnya peserta dari Jawa Barat sebanyak 154 orang dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan 119 pendaftar. Kemudian, ada pendaftar dari sekolah Indonesia di luar negeri enam orang," tuturnya.

Suyatno mengaku, pemerataan pendaftar tersebut merupakan sebuah kebanggaan Unesa. Sebab, lanjutnya, semakin banyak masyarakat atau calon mahasiswa yang mengenal Unesa.

"Dengan begitu, Unesa harus menyadari kampus ini milik siswa se-Indonesia. Mudah-mudahan, ke depan, semakin banyak lagi siswa dari berbagai daerah menikmati perkuliahan di Unesa. Kami akan terus gencar mengenalkan Unesa ke pelosok negeri," ujar Suyatno.

Pelajar SMAN 1 Kemusu Semangat Masuk Unnes

snmptn-2014

SEMARANG - Universitas Negeri Semarang (Unnes) semakin menjadi incaran para pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan mereka sebagai tenaga pendidik. Hal itu terbukti dari antusiasme yang ditunjukkan 80 siswa SMA Negeri 1 Kemusu Boyolali saat berkunjung ke Unnes.

Dalam kesempatan tersebut, mereka menanyakan jalur masuk, cara mendaftar, hingga kuota yang disediakan dalam penerimaan mahasiswa baru 2014. Rombongan yang dipimpin Kepala Sekolah Najamudin itu diterima Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerja Sama (BAAKK) Heri Kismaryono dan sejumlah pejabat lainnya.

Menanggapi pertanyaan itu, Heri Kismaryono menyampaikan, tahun ini Unnes menyediakan 6.340 kursi dalam penerimaan mahasiswa baru. Kursi sebanyak itu bakal diperebutkan lewat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri.

“Setiap PTN tetap harus menyediakan 50 persen kuota daya tampungnya melalui SNMPTN yang didasarkan pada nilai rapor, hasil Ujian Nasional (UN), dan prestasi lainnya. Adapun SBMPTN didasarkan pada tes tertulis atau keterampilan, sedangkan seleksi mandiri didasarkan pada mekanisme yang ditetapkan oleh PTN masing-masing,” jelas Heri, seperti disitat dari situs Unnes, Jumat (7/2/2014).

Mengenai biaya, kata Heri, pada SNMPTN semua pendaftar dibebaskan dari segala biaya. Sementara SBMPTN dan jalur mandiri, para pendaftar harus membayar biaya yang telah ditetapkan.

“Berbeda dari SNMPTN, pada SBMPTN nanti peserta dikenai biaya. Meski untuk tahun ini bakal lebih murah karena adanya subsidi dari pemerintah pusat. Sedangkan seleksi mendiri, biaya pendaftaran bergantung pada ketentuan tiap-tiap perguruan tinggi,” paparnya.

Heri menambahkan, sebagian besar mahasiswa Unnes akan diterima lewat SNMPTN. “Lewat SNMPTN akan kami terima 3.338 mahasiswa atau 55 persen dari kuota keseluruhan. Sisanya, 2.199 orang (35 persen) melalui SBMPTN dan 693 orang (10 persen) lewat seleksi mandiri,” tutup Heri.

Mahasiswa Unnes Ambil Bagian Sosialisasi SNMPTN 2014

snmptn-2014

SEMARANG - Ternyata sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 tidak hanya dilakukan pemerintah dan instansi perguruan tinggi saja. Mahasiswa pun berinisiatif untuk ambil bagian dalam menggelar sosialisasi SNMPTN.

Seperti yang dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Dewi Indriastuti. Bersama teman-temannya, Dewi berkunjung dari sekolah ke sekolah untuk menjelaskan jadwal, prosedur pendaftaran, hingga program studi yang tersedia.

Dia berencana menggelar sosialisasi di Kabupaten Indramayu Jawa Barat 26 Januari 2014. Mahasiswi jurusan pendidikan kimia itu merasa perlu menggelar sosialisasi di daerah kelahirannya karena banyak siswa yang berminat untuk melanjutkan studi ke Universitas Konservasi itu.

"Kami ingin memberikan informasi secara rinci tentang SNMPTN tahun ini kepada siswa. Diharapkan akan semakin banyak lagi mahasiswa yang berasal dari daerah Indramayu dan sekitarnya yang melanjutkan ke jenjang perkuliahan khususnya di Unnes," kata Dewi, seperti dilansir dari laman Unnes, Sabtu (25/1/2014).

Selain mengadakan sosialisasi, mereka juga akan membagikan leaflet dan poster tentang SNMPTN dan Unnes. "Kami memperoleh bahan sosialisasi tersebut dari UPT Pusat Humas Unnes. Informasi yang kami berikan meliputi cara mendaftar, jurusan yang dibuka, fakultas, fasilitas, hingga keunggulan universitas," jelasnya.

Peluang Siswa Daftar PTN Terbuka Lebar

snmptn-2014

JAKARTA - Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) mulai diisi oleh sekolah di seluruh Indonesia sejak 6 Januari lalu. Peluang seluruh siswa mendaftar ke perguruan tinggi negeri pun terbuka lebar.

Siswa SMK Telkom Schools Jakarta, Reynaldo Leoricci M, mengaku dirinya senang bisa mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui PDSS. Masa pendaftarannya pun tidak lama lagi, dirinya kini sudah mempunyai persiapan memilih kampus dan program studi (prodi) yang menjadi pilihannya.

"Ketika pendaftaran SNMPTN 2014 dimulai, pilihan kampus pertama saya adalah Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya," ujarnya belum lama ini.

Siswa kelas XII Tel 3 yang merencanakan memilih jurusan Informasi Teknologi (IT) itu melanjutkan, alasan memilih kampus di ITB itu karena jurusan IT di PTN tersebut dinilainya lebih bagus dibandingkan di Universitas Indonesia (UI). Selain itu, dia juga mempunyai sepupu yang kuliah di bilangan Bandung.

"Seandainya kalau tidak lolos di jalur SNMPTN, cadangan kampus swastanya di Politeknik Informatika Del Sumatera Utara dan Bina Nusantara (Binus) Anggrek dengan jurusan yang sama," ucapnya.

Siswa yang akrab disapa Rey itu mengaku ingin kuliah dengan memilih jurusan IT karena sudah suka sejak dulu. Sementara siswi SMK Telkom Schools Jakarta lainnya, Hana Nurliani memilih kampus di UI. Berbeda jurusan dengan Rey, Hana lebih memilih jurusan Psikologi.

"Memilih UI sebagai pilihannya karena lokasi lumayan lebih dekat dari rumah dan tidak mau jauh dari orangtua. Pilihan yang lain yaitu Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, karena ada saudara di sana, ada banyak kenalan, ada tante juga yang rumahnya dekat dengan Unpad, jadi bisa numpang," ungkap siswi kelas XII Tel 4 itu sambil tertawa.

Siswi yang mengaku mendapatkan nilai rata-rata nilai rapor di atas delapan itu memberikan alasannya kuliah di jurusan Psikologi karena ingin menjadi seorang Psikolog. "Saya sekolah di SMK Telkom Schools karena keinginan orangtua. Padahal, setelah lulus SMP, saya ingin sekali melanjutkan SMA, di Telkom Schools bukan passion saya. Kalau SMA itu kan mata pelajarannya ada yang mengarah pada psikologi," tuturnya.

Daftar SNMPTN 2014 via PDSS Semakin Mudah

snmptn-2014

JAKARTA - Sekolah yang melakukan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dalam mendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 semakin mudah. Panitia SNMPTN memberi porsi mencapai 70 persen dari jalur undangan tersebut.

Demikian hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah Telkom Schools Jauharun Ni'am saat berbincang di Jakarta, belum lama ini.
Dia mengaku, cara pengisian PDSS dinilainya sangat mudah. Sejak tahun lalu, Telkom Schools pun sudah mengikuti sistem PDSS, sementara tahun ini hanya sekadar verifikasi saja.

"Kita hanya tinggal memasukkan nilai para murid kelas XII dari semester satu hingga lima dan hanya mengikuti saja tata cara pendaftarannya, PDSS mudah sekali dan membantu kita," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Ni'am itu membeberkan, pihaknya mendaftarkan seluruh siswa kelas XII, baru kemudian kepala sekolah merekomendasi. Awalnya diserahkan ke murid terlebih dahulu, mereka ingin mendaftar ke kampus mana, kemudian kepala sekolah merekomendasikan ke mereka.

"Tapi kalau untuk sekolah ini hampir semua kita rekomendasikan, kalau ada murid yang tidak berminat untuk mendaftar SNMPTN tidak masalah, karena nanti dibalikkan ke murid. Jadi kepala sekolah memberikan user passwordnya, dia mau daftar atau tidak, kalau tidak daftar berarti dia tidak ikut," ungkapnya.

Berbicara mengenai sekolah yang di-black list, dia pun bercerita melihat pengalaman tahun sebelumnya. Saat itu, sekolahnya pernah ditolak di salah satu universitas, tetapi muridnya bisa diterima lagi.

"Mungkin karena dia tidak cocok atau mungkin juga ketika daftar rada-rada iseng walaupun kita sudah mengingatkan sebelumnya tidak boleh seperti itu, tapi karena ada sesuatu pilihan yang memang jauh lebih baik dibanding yang mereka diterima, mungkin karena ada pilihan kedua atau sebagainya dia tinggalkan juga, tapi so far masih bisa," bebernya.

Sekadar informasi, Telkom Schools mempunyai total keseluruhan murid dari kelas X hingga XII sebanyak 955 orang. Sedangkan khusus untuk kelas XII, total muridnya sebanyak 314 orang sekaligus yang didaftarkan SNMPTN 2014 melalui PDSS.

UNS Buka Call Center SNMPTN 2014

snmptn-2014

SOLO - Meski pendaftaran Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 dibuka sejak 6 Januari lalu, masih banyak calon mahasiswa kesulitan menjalani prosesnya. Untuk melayani berbagai hal mengenai SNMPTN, Universitas Sebelas Maret (UNS) pun membuka call center melalui nomor 0271-634880.

"Selain melalui nomor telepon, juga bisa melalui spmb@uns.ac.id dan http:www.facebook.com/spmb.uns," jelas  Ketua Panitia SPMB UNS 2014, Prof Drs. Sutarno, MSc, PhD saat ditemui di Solo, Kamis (23/1/2014).

Cara lainnya, mendatangi langsung Kantor Sekretariatan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS. Menurut Sutarno, calon mahasiswa (cama) yang datang langsung ke kampus UNS mereka akan mendapat keterangan panjang lebar perihal SNMPTN dari petugas.

"Posisi Kantor Sekretariatan SPMB UNS berada di kawasan bagian depan kampus UNS, di Kentingan Solo," ujarnya.

Dia mengimbuhkan, segala hal tentang SNMPTN 2014 bisa ditanyakan kepada seluruh perguruan tinggi negeri yang menjadi peserta SNMPTN 2014. Pertanyaan misalnya tentang program studi yang ada, cara pendaftaran atau informasi menyangkut Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Daftar SNMPTN 2014 Meski Akreditasi Sekolah Habis

snmptn-2014

JAKARTA - Salah satu persyaratan pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 adalah akreditasi sekolah. Namun, masa berlaku akreditasi yang sudah habis kerap membuat pihak sekolah kebingungan dalam mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Humas panitia pelaksana SNMPTN 2014 Bambang Hermanto menjelaskan, kondisi tersebut membuat sekolah kesulitan memasukkan data akreditasi ke PDSS. Menurut Bambang, sekolah tetap bisa mengisi data di PDSS meski masa akreditasi sudah habis.

"Tidak perlu menjelaskan apakah akreditasinya masih berlaku atau tidak, tetapi cukup dengan mencantumkan tanggal berlakunya saja. Tetapi kami mencatat bahwa akreditasinya sudah lewat," kata Bambang, seperti dikutip dari laman Kemendikbud, Kamis (23/1/2014).

Akreditasi sendiri menjadi salah satu komponen penentuan indeks sekolah. Sementara itu, indeks sekolah merupakan salah satu variabel dalam penilaian jalur prestasi akademik.

Pencantuman akreditasi dalam PDSS juga diperlukan untuk memastikan semua sekolah terakreditasi. Cara ini, kata Bambang, akan medorong kepatuhan sekolah mengenai akreditasi.

Bambang mengimbuh, pihaknya nanti akan mengevaluasi apakah setelah proses pendaftaran SNMPTN sekolah-sekolah tersebut akan mengusahakan akreditasi atau tidak. Dia memperkirakan, perkembangan tersebut dapat terlihat dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

"Selain itu, panitia juga berkomunikasi dengan unit lain di Kemdikbud, misalnya dengan BAN SM. Komunikasi tersebut untuk meyakinkan bahwa betul atau tidak sekolah itu sudah mengajukan re-akreditasi," imbuhnya.

Siswa Wajib Punya NISN untuk Daftar SNMPTN 2014

snmptn-2014

JAKARTA - Jika akreditasi menjadi masalah sekolah, maka siswa memiliki masalah lain dalam proses pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Masalah tersebut adalah Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

Menurut Humas panitia pelaksana SNMPTN 2014 Bambang Hermanto, hingga saat ini masih ada laporan sekolah yang menyebutkan siswanya tidak memiliki NISN. Padahal, NISN akan menjadi identitas siswa saat mendaftar SNMPTN secara online.

"Siswa harus memiliki NISN. Tidak ada kompromi. Hal ini supaya identifikasi siswanya jelas," kata Bambang, seperti disitat dari laman Kemendikbud, Kamis (23/1/2014).

Jika masih ada siswa yang belum memiliki NISN, tidak usah gusar. Bambang mengimbau, siswa tersebut sebaiknya datang ke sekolah asal di Sekolah Dasar (SD) atau dinas pendidikan untuk mengonfirmasi dan memperbaiki NISN.

Unsoed Sosialisasi SNMPTN via Media Massa

snmptn-2014

JAKARTA - Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sudah dimulai sejak 6 Januari. Hendak memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan informasi SNMPTN, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto terus menggelar sosialisasi kepada publik melalui media massa selama satu pekan.

"Jangan sampai masyarakat tidak mengetahui proses seleksi ini. Terlebih karena biaya SNMPTN ditanggung oleh negara," ungkap Koordinator Humas Panitia SNMPTN Unsoed Wisnu Widjanarko, seperti dilansir laman Unsoed, Rabu (22/1/2014).

Wisnu menyebut, kegiatan sosialisasi meliputi penyampaian informasi melalui media massa, pertemuan dengan sekolah se-eks Karesidenan Banyumas, dan membuka layanan tetap di kampus Unsoed.

"Kami juga memiliki tim helpdesk yang  melayani dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB di Gedung SPMB yang lokasinya berada di selatan Gedung Rektorat. Unsoed juga membuka layanan melalui telepon di 0281-7633991 dan 0281-7633992. Selain itu, juga terdapat layanan via e-mail di info@unsoed.ac.id serta laman informasi di http://spmb.unsoed.ac.id," kata dosen Manajemen Kehumasan itu.

Hingga 6 Maret mendatang, pendaftaran SNMPTN memasuki tahapan pengisian pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) oleh pihak sekolah secara online melalui http://pdss.snmptn.ac.id. Sedangkan proses pendaftaran akan dimulai pada 17 Februari hingga 31 Maret oleh siswa juga secara online melalui http://snmptn.ac.id.

Pada penyelenggaraan SNMPTN kali ini, Unsoed membuka tiga program studi baru, yang kesemuanya adalah program studi kependidikan, yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Ekonomi dan Pendidikan Jasmani, serta Kesehatan dan Rekreasi.

Kalau Akreditasi Sekolah di PDSS Tidak Sesuai Gimana?

snmptn-2014

JAKARTA - Dalam mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), pihak sekolah harus cermat dan teliti. Pastikan data sekolah, termasuk akreditasi tercantum dengan benar karena kesalahan data mungkin saja terjadi.

Tidak percaya? Hal tersebut yang dialami oleh Guru SMA Negeri 1 Bodeh Pemalang, Mukti Wibowo. Maka, dia pun memanfaatkan kesempatan sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 oleh Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk bertanya secara rinci mengenai kendala tersebut.

"Saat login PDSS dan mengisi data sekolah, ternyata muncul akreditasi yang berbeda untuk sekolah kami, yang sebenarnya A dengan skor 84 lebih tapi di data PDSS muncul B," ujar Mukti, dikutip dari laman Unnes, Rabu (22/1/2014).

Menanggapi hal itu, Ketua SNMPTN Unnes Sugianto mengatakan, pihak sekolah sebaiknya segera melakukan konfirmasi terkait akreditasi tersebut. Dengan demikian, pihak sekolah tidak merasa dirugikan jika ternyata kesalahan terletak pada sistem.

"Hal itu dapat dikarenakan patokan penskoran yang berbeda. Maka harus konfirmasi, jangan sampai sekolah atau siswa dirugikan karena kesalahan sistem," tutur Sugianto.

Pertanyaan menarik lainnya pun mengalir dalam kegiatan yang dihadiri 200 peserta itu. Guru SMAN 1 Belik, Eka misalnya, yang bertanya tentang mekanisme pengisian nilai rapor di PDSS untuk kurikulum baru dengan sistem penilaian berbeda.

Terkait hal tersebut, Sugianto meminta agar pihak sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 untuk bersabar dan tidak memasukkan data terlebih dahulu. Sebab, pihak panitia akan melakukan penyesuaian terlebih dahulu bagi sekolah dengan sistem penilaian kurikulum baru itu.

"Sistem PDSS dibuat sebelum 2013. Untuk itu, khusus penilaian rapor dengan kurikulum 2013 jangan dimasukkan dulu, nantinya sistem akan disesuaikan. Segala hal, masalah yang terkait dengan SNMPTN silahkan dapat hubungi call center SNMPTN 08041.400.450 atau hubungi PTN terdekat," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang Maryoto berpesan agar para kepala sekolah maupun perwakilan sekolah yang bersangkutan memanfaatkan forum tersebut untuk menggali informasi lebih jauh.

"Baik terkait beasiswa bidikmisi, sekolah yang nomaden, sekolah yang menginduk sekolah lain, pertimbangan nilai tinggi pada rapor, hingga strategi menentukan pilihan program studi agar sukses SNMPTN," ungkap Maryoto.

Peluang SMK Lolos SNMPTN Sama Besar dengan Lulusan SMA

snmptn-2014

JAKARTA - Siapa bilang siswa SMK hanya memiliki kesempatan kecil untuk lolos dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014? Faktanya, lulusan SMK memiliki peluang yang sama untuk meraih kursi perguruan tinggi lewat jalur SNMPTN seperti lulusan SMA.

Demikian disampaikan Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Engkus Kuswarno saat menjadi pembicara dalam Talkshow bertajuk Membongkar Rahasia SNMPTN Undangan. "SMK itu punya peluang yang sama untuk masuk Perguruan Tinggi," papar Engkus, seperti dinukil dari laman Unpad, Selasa (21/1/2014).

Menurut Engkus, tidak ada perbedaan bagi lulusan SMA atau SMK untuk bisa diterima di PTN melalui jalur SNMPTN. Namun, untuk jalur SNMPTN ada satu kriteria penilaian yang diambil dari nilai mata pelajaran yang di-Ujian Nasional-kan.

"Mata Pelajaran yang di-UN-kan itu ada enam. Itu adalah salah satu kriteria penilaian SNMPTN. Nah, adakah pelajaran-pelajaran yang nanti menjadi kriteria penilaian itu diikuti dari semester 1 sampai semester 5 di SMK?" paparnya.

Atau, lanjutnya, keenam mata pelajaran tersebut ketika semester satu dipelajari semuanya. Ketika memasuki penjurusan di semester selanjutnya, ada satu atau beberapa mata pelajaran yang tidak diikuti lagi. Jika seperti ini, maka peluang untuk lulus di SNMPTN sangat kecil sebab kemungkinan nilainya akan turun.

Oleh karena itu, Engkus memberi saran jika pelajar SMK ingin masuk PTN melalui jalur SNMPTN. Dia mencontohkan, lulusan SMK Tata Boga ingin masuk ke program studi Pendidikan Dokter, maka sejak awal sudah mulai dihitung nilai-nilai yang dikriteriakan di SNMPTN.

"Sejauh bahwa nilai-nilai tersebut tidak terpenuhi, lebih baik pilih program studi yang sesuai dengan nilai kriteria tersebut," imbuh Engkus.

Dia menjelaskan, negara melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ingin membuat link yang konsisten terkait bidang yang dipilih siswa dari mulai SMA hingga ke Perguruan Tinggi. Konsistensi itulah yang selama ini seolah-olah terputus antara SMA dengan Perguruan Tinggi.

"Kalau seorang pelajar misalnya sudah start memilih kekhususannya di Kimia, maka sampai selesai ke Perguruan Tinggi pun tetap mengambil Kimia," ungkapnya.

Meskipun begitu, para lulusan SMK tidak perlu berkecil hati. Ada jalur seleksi lain yang dapat diambil untuk bisa masuk ke PTN, yaitu melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Jalur Mandiri. Untuk tahun ini, Pemerintah mengalokasikan daya tampung pada setiap jalur adalah 50 persen untuk SNMPTN, 30 persen untuk SBMPTN, dan 20 persen untuk Jalur Mandiri.

Ikut SNMPTN 2014, Sekolah & Siswa Harus Cermat!

snmptn-2014

JAKARTA - Proses Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 membutuhkan kecermatan siswa dan pihak sekolah. Kecermatan diperlukan sejak sekolah mulai mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), verifikasi oleh siswa, dan pendaftaran oleh siswa.

Pendapat tersebut disampaikan Pembantu Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Semarang (Unnes) Agus Wahyudin saat menyosialisasikan SNMPTN kepada kepala sekolah se-Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal di Auditorium Unnes Kampus Sekaran Gunungpati, belum lama ini. Dalam kesempatan tersebut, hadir sekira 500 peserta yang antusias mengikuti kegiatan.

“Kesalahan kecil yang dilakukan kepala sekolah dan mengabaikan sistem, berdampak siswa gagal mendaftar. Karenanya mekanisme ini perlu disampaikan kepada seluruh guru dan siswa di sekolah masing-masing,” tutur Agus, seperti dikutip dari laman Unnes, Sabtu (18/1/2014).

Agus mengungkap, sekolah yang siswanya diperbolehkan mengikuti SNMPTN adalah sekolah yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan mengikuti ujian nasional (UN). Keikutsertaan sekolah untuk mengikuti seleksi nasional itu sangat bergantung dari keaktifan sekolah dan siswanya dalam mengikuti aturan yang ditetapkan panitia SNMPTN.

Sementara itu, Ketua Badan Pengembangan Teknologi dan Informasi (BPTIK) Unnes Sugiyanto menambahkan, hal yang perlu diperhatikan dalam pengisian PDSS, kepala Sekolah harus bertanggung jawab penuh atas pengisian PDSS.

“Kejujuran sangat diharapkan dalam proses ini,” tegas Sugiyanto.

Namun, lanjutnya, siswa diharuskan melakukan verifikasi data untuk mengonfirmasi data yang diisikan oleh kepala sekolah adalah benar. Jika siswa tidak melakukan verifikasi, secara otomatis data yang diisikan oleh Kepala Sekolah dianggap benar.

Sugiyanto mengimbau agar pihak sekolah mengisi PDSS sejak awal sehingga para siswa memiliki waktu cukup untuk memverifikasi data tersebut.“Untuk itu, dalam mengisikan data di PDSS sekolah tidak terlalu dekat dengan penutupan, agar siswa memperoleh waktu yang cukup untuk verifikasi,” imbuhnya.

Adapun, siswa yang berhak mengikuti SNMPTN, kata Sugiyanto, adalah yang memiliki rekam jejak prestasi akademik di PDSS, mengikuti UN pada 2013 atau 2014, memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar di PDSS, serta memiliki nilai rapor semester 1 sampai semester 5 yang diisikan datanya ke PDSS.

Berbeda dengan SNMPTN 2013, pada 2014 setiap siswa dapat memilih maksimal tiga program studi (prodi) di dua PTN. Dengan ketentuan, di satu PTN memilih maksimal dua program studi.

“Apabila memilih dua PTN, salah satunya harus berada di provinsi yang sama dengan asal sekolah. Jika memilih satu PTN dapat di mana saja,” papar Sugiyanto

Pengisian PDSS dimulai pada 6 Januari hingga 6 Maret 2014. Pendaftaran SNMPTN dilaksanakan pada 17 Februari hingga 31 Maret 2014. Adapun proses seleksi dilakukan pada 1 April hingga 26 Mei 2014 dan hasilnya akan diumumkan pada 27 Mei 2014.